Mengatasi penyakit pulorum dapat dilakukan dengan supplemen cacing tanah yang didapat melalui persawahan atau tambak yang sangat banyak di daerah tersebut untuk mengurangi mortalitas pada unggas khususnya pedaging yang banyak dikembangkan sehingga penyebaran penyakit ini dapat diminimalisir dan untuk memenuhi kebutuhan daging yang bebas dari antibiotic berbahaya serta diimbangi penyesuaian lingkungan terhadap tatalaksana pemeliharaan terutama pemenuhan kebutuhan pakan dan seleksi unggas yang terjangkit. Penyediaan supplement ini dilakukan dengan berbagai seleksi dan pembuatan yang benar-benar perlu pengawasan dan keahlian sehingga dapat digunakan sebagai obat. Penggunaan imbuhan pakan dari
bahan alami merupakan cara alternatif untuk mencegah penyakit dan meningkatkan
performa ternak. Tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus) merupakan salah satu bahan alami yang
berpotensi untuk dijadikan imbuhan pakan (Damayanti. 2009).
Selain
memiliki daya hambat terhadap bakteri patogen, tepung cacing tanah juga banyak
mengandung protein, yaitu 65,63 % dari bahan kering (Damayanti. 2008) dan
mengandung asam prolin 15 % dari 62 asam amino. Penggunaan tepung cacing tanah
sebagai imbuhan pakan diharapkan dapat menghambat penyakit akibat infeksi bakteri
patogen khususnya Salmonella pullorum yang merupakan penyebab penyakit pullorum pada unggas.
1. Penyakit
pulorum dapat diminimalisir dan dapat diobati.
2. Mudah
didapat.
3. Mudah
dikembangkan.
4. Biaya
murah.
5. Tidak
menyebabkan resistensi terhadap bakteri paktogen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar