Desa Yung-yang Kecamatan Modo
Kabupaten Lamongan adalah salah satu daerah di Jawa timur yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan
peternak. Sebagian besar komoditi ternaknya adalah unggas. Salah satu kendala
dalam peternakan ayam pedaging di kecamatan modo adalah penyakit. Peternak
harus kekota untuk membeli obat-obatan dan kurangnya pengetahuan tentang obat
tradisional. Penyakit dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar karena
menyebabkan produksi turun, begitu pula angka mortalitas yang bisa mencapai
80-100%.
Suplement Berbasis Tepung Cacing Tanah Sebagai Antipulorum Pada Unggas Desa Yungyang
Selasa, 13 Mei 2014
GEJALA KLINIS
Penyakit
pencernaan menjadi perhatian dalam industri peternakan khususnya unggas, karena
dapat menurunkan produktivitas, meningkatkan angka kematian dan menyebabkan
kontaminasi produk peternakan untuk konsumsi manusia. Sehingga perlu adanya pengembangan
imbuhan pakan untuk unggas (Immuno-chick) yang ditujukan untuk meningkatkan
performa dan imunitas ternak.
Peternak unggas umumnya mengalami kendala dalam hal penyakit. Penyakit yang sering menyerang adalah pullorum. Penyakit pullorum adalah penyakit unggas yang ditularkan melalui telur, terutama pada ayam dan kalkun yang ditandai dengan berak putih dan kematian tinggi pada unggas muda, dan dapat menyebar secara vertikal melalui trans ovari dan secara horizontal melalui pakan, air, dan mesin tetas yang terkontaminasi agen penyakit. Penyakit ini dapat menyebar dari ayam yang satu ke ayam yang lain. Penularan penyakit ini kadang - kadang dihubungkan dengan kanibalisme ( Poernomo, 2004 ).
Penyakit pullorum merupakan penyakit unggas yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella pullorum. Penyakit pullorum dapat menyebabkan kematian jika menyerang unggas muda pada umur 3 minggu atau kurang dengan tingkat mortalitas antara 20–80% (PORTER, 1998; PURNOMO, 2004). S. pullorum adalah bakteri gram negatif yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh unggas (immuno-suppression) dan dapat menyebabkan kematian ayam pedaging sampai 80-100%. (SHIVAPRASAD, 2003; MCMULLIN, 2004). Gejala klinis infeksi S. pullorum pada unggas ditandai dengan adanya ekskreta yang berwarna putih, dehidrasi dan unggas terlihat lemas. Seperti pada gambar.
Peternak unggas umumnya mengalami kendala dalam hal penyakit. Penyakit yang sering menyerang adalah pullorum. Penyakit pullorum adalah penyakit unggas yang ditularkan melalui telur, terutama pada ayam dan kalkun yang ditandai dengan berak putih dan kematian tinggi pada unggas muda, dan dapat menyebar secara vertikal melalui trans ovari dan secara horizontal melalui pakan, air, dan mesin tetas yang terkontaminasi agen penyakit. Penyakit ini dapat menyebar dari ayam yang satu ke ayam yang lain. Penularan penyakit ini kadang - kadang dihubungkan dengan kanibalisme ( Poernomo, 2004 ).
Penyakit pullorum merupakan penyakit unggas yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella pullorum. Penyakit pullorum dapat menyebabkan kematian jika menyerang unggas muda pada umur 3 minggu atau kurang dengan tingkat mortalitas antara 20–80% (PORTER, 1998; PURNOMO, 2004). S. pullorum adalah bakteri gram negatif yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh unggas (immuno-suppression) dan dapat menyebabkan kematian ayam pedaging sampai 80-100%. (SHIVAPRASAD, 2003; MCMULLIN, 2004). Gejala klinis infeksi S. pullorum pada unggas ditandai dengan adanya ekskreta yang berwarna putih, dehidrasi dan unggas terlihat lemas. Seperti pada gambar.
Salmonella pullorum bisa tahan berbulan-bulan bahkan beberapa tahun pada suhu sedang dan kondisi yang bagus tetapi mudah dimusnahkan dengan mempergunakan desinfektan biasa dan mati oleh formaldehida yang dipakai untuk fumigasi pada mesin penetas ( Poernomo,2004 ). Pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri patogen mulai dihindari karena efek negatif yang ditimbulkan. Penggunaan antibiotik pada pakan terbukti dapat menyebabkan resistensi bakteri patogen (Khachatryan, 2006 ) dan berpeluang terjadinya transmisi materi bakteri patogen dari unggas ke manusia ( Van Den Bogaard, 2001 ). Selain dapat menyebabkan resistensi, residu antibiotika juga dapat menimbulkan alergi, dan kemungkinan keracunan. Timbulnya bakteri yang resistensi tersebut disebabkan oleh pemakaian antibiotika yang tidak tepat dan tidak wajar baik dalam memilih jenis antibiotika maupun dosis serta lama pemakaian. Namun dengan perkembangan jaman, peternak semakin banyak menggunakan antibiotik berbahaya sebagai obat. Untuk itu perlu adanya supplement dari bahan alami untuk mengurangi penggunaan antibiotik.
Suplemen Berbasis Tepung Cacing Tanah
Mengatasi penyakit pulorum dapat dilakukan dengan supplemen cacing tanah yang didapat melalui persawahan atau tambak yang sangat banyak di daerah tersebut untuk mengurangi mortalitas pada unggas khususnya pedaging yang banyak dikembangkan sehingga penyebaran penyakit ini dapat diminimalisir dan untuk memenuhi kebutuhan daging yang bebas dari antibiotic berbahaya serta diimbangi penyesuaian lingkungan terhadap tatalaksana pemeliharaan terutama pemenuhan kebutuhan pakan dan seleksi unggas yang terjangkit. Penyediaan supplement ini dilakukan dengan berbagai seleksi dan pembuatan yang benar-benar perlu pengawasan dan keahlian sehingga dapat digunakan sebagai obat. Penggunaan imbuhan pakan dari
bahan alami merupakan cara alternatif untuk mencegah penyakit dan meningkatkan
performa ternak. Tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus) merupakan salah satu bahan alami yang
berpotensi untuk dijadikan imbuhan pakan (Damayanti. 2009).
Selain
memiliki daya hambat terhadap bakteri patogen, tepung cacing tanah juga banyak
mengandung protein, yaitu 65,63 % dari bahan kering (Damayanti. 2008) dan
mengandung asam prolin 15 % dari 62 asam amino. Penggunaan tepung cacing tanah
sebagai imbuhan pakan diharapkan dapat menghambat penyakit akibat infeksi bakteri
patogen khususnya Salmonella pullorum yang merupakan penyebab penyakit pullorum pada unggas.
1. Penyakit
pulorum dapat diminimalisir dan dapat diobati.
2. Mudah
didapat.
3. Mudah
dikembangkan.
4. Biaya
murah.
5. Tidak
menyebabkan resistensi terhadap bakteri paktogen.
Senin, 12 Mei 2014
Daftar Pustaka
http://bgenk-veteriner.blogspot.com/2013/01/pullorum-disease-penyakit-berak-kapur.html
http://www.ayamlaga.com/index.php?option=com_content&view=article&id=47:penyakit-berak-kapur-atau-pullorum&catid=19:seputar-penyakit-ayam-laga&Itemid=66
http://tuturkoplo.blogspot.com/2012/12/penyakit-berak-kapur_27.html
http://sumbawanews.com/situsku/entries/view/87923/penyakit-berak-kapur-atau-pullorum.html
http://sustercant.blogspot.com/2012_10_01_archive.html#/
http://omkicau.com/artikel-lengkap/peta-penyakit-burung/comment-page-3/
http://asudomo.wordpress.com/2011/02/27/pullorum-pada-unggas/
http://www.thepoultrysite.com/diseaseinfo/131/salmonella-pullorum-pullorum-disease-bacillary-white-diarrhoea
http://dokterternak.com/2011/09/12/peranan-probiotik-pada-broiler-dapat-mengganti-antibiotik/
http://infodunia-4u.blogspot.com/2009/06/85-daging-ayam-broiler-mengandung.html
http://omkicau.com/artikel-lengkap/peta-penyakit-burung/comment-page-3/
http://asudomo.wordpress.com/2011/02/27/pullorum-pada-unggas/
http://www.thepoultrysite.com/diseaseinfo/131/salmonella-pullorum-pullorum-disease-bacillary-white-diarrhoea
http://dokterternak.com/2011/09/12/peranan-probiotik-pada-broiler-dapat-mengganti-antibiotik/
http://infodunia-4u.blogspot.com/2009/06/85-daging-ayam-broiler-mengandung.html
Langganan:
Komentar (Atom)


